7:23 AM
sedikit mengenai menulis
Kata seorang teman, “tulisan itu terkadang terlalu mendramatisir sebuah keadaan asli”. Banyak orang yang terkadang terlalu amaze dengan statement yang dibuat oleh beberapa orang dalam tulisan, padahal sebenarnya kejadian yang aslinya tidak sehebat itu (mungkin)
Namun bagi saya, itulah keajaiban sebuah tulisan. Terkadang menulis menjadi satu hal yang saya lakukan ketika saya ingin berhenti sejenak dan memandang sebentar untuk bisa mensyukuri apa yang telah saya dapatkan, pun mengevaluasi yang telah saya lakukan.
verba volant scripta manent
spoken words fly away, written words remain
Saat menulis, saya percaya, di dalamnya akan terjadi sebuah proses inspirasi alami bagi pembaca sekaligus proses evaluasi bagi sang penulis.
Saya bisa mengevaluasi apa yang kurang dalam tulisan saya, dalam tema yang saya bicarakan, dalam pencapaian yang telah saya raih, apapun itu bentuknya. Dan (bukan dalam rangka sengaja memamerkan) saya melakukan semua ini kepada para pembaca agar bisa mempelajari sesuatu dalam tulisan saya. saya pernah galau, saya pernah sedih karena saya bukan om mario teguh yang senantiasa (terlihat tidak pernah sedih dan galau).
Kemudian, dalam kaitannya dengan membombastiskan sebuah cerita, (seperti yang selalu dilakukan oleh wartawan) sayapun juga tidak suka. Melebih-lebihkan yang tidak terjadi, maupun mengurangi fakta yang sebenarnya ada.
Karena pada dasarnya, orang tidak suka jika kita bersikap menggurui. Karena bisa saja, pembaca kita sebenarnya jauh lebih inspiratif dari pada kita (jika dia juga menulis). Kalau kata Mbak Fitri (atasan kerja saya di PlotPoint) “orang itu kebanyakan lebih suka membaca tulisan yang witty, jenaka tapi cerdas, bukan sok mario teguh“
Tulisan itu harus jujur. Menulis itu merupakan terapi bagi sang penulis untuk bisa berbicara dengan dirinya sendiri, jujur dengan dirinya sendiri, masalah akan inspiratif atau tidak, seharusnya itu menjadi sebuah proses yang (tidak semestinya dibuat-buat).
***
Shinta Putri
-
putrishinta posted this
